Jumat, 16 Februari 2018

5 Desainer Fashion Indonesia yang Sudah Mendunia

Fashion merupakan salah satu bidang industri kreatif yang memiliki potensi tinggi di Tanah Air. Buktinya, tak sedikit perancang busana atau fashion desainer Indonesia yang sudah berhasil menorehkan prestasi di kancah dunia. Selain itu, tak sedikit para perancang busana tersebut juga ikut serta dalam pagelaran busana atau Fashion Week di berbagai negara.
5-desainer-fashion-indonesia-yang-sudah-mendunia

Barli Asmara salah satunya. Karya dari pria kelahiran Bandung, 3 Maret 1978 itu diketahui telah berhasil dipamerkan dalam pagelaran New York Fashion Week. Dalam pagelaran busana kelas dunia itu, Barli Asmara menampilkan 12 koleksi yang dihadirkan dalam berbagai desain.
Lalu, siapa lagi perancang busana Indonesia yang sudah menorehkan karyanya di kancah dunia? Berikut ulasannya.

Tex Saverio

Nama Tex Saverio memang kurang terdengar akrab di luar pecinta fashion Indonesia. Namun, nama pria 33 tahun itu mulai menjadi perbincangan sejak karyanya dikenakan oleh penyanyi asal Amerika, Lady Gaga pada saat membintangi iklan parfumenya, Lady Gaga Fame. Seolah jatuh hati dengan karya milik pria kelahiran Jakarta itu, wanita yang dijuluki Mama Monster ini kembali memilih baju rancangan Tex dalam sebuah pemotretan majalah Harper’s Bazaar di tahun 2011 silam.

Tak sampai disitu, karya milik Tex Saverio juga pernah digunakan aktris Hollywood Jennifer Lawrence dalam poster film The Hunger Games: Catching Fire. Selain itu, beberapa selebritas seperti Kim Kardashian serta Ayumi Hamasaki dalam video klip How Beautiful You Are.

Didiet Maulana

Perancang busana Indonesia lain yang sudah berhasil menorehkan prestasi di kancah dunia adalah Didiet Maulana. Salah satu kiprahnya di dunia adalah dengan berkolaborasi bersama brand tas ternama Tumi menciptakan sebuah karya tas untuk para pemenang Grammy Awards. Hal ini tentu saja menjadi sorotan banyak orang di dunia, maklum rancangan milik anak politikus Prabowo Soebianto ini memang sangat kental dengan budaya Indonesia, yaitu kain Tenun.

Ya, sejak pertama kali mengeluarkan rancangannya, Didiet Maulana menggunakan bahan Tenun Ikat sesuai yang juga dijadikan sebagai merek dagang rancangannya, Ikat by Didiet Maulana. Memilih kain khas Indonesia itu bukanlah tanpa alasan. Pria 40 tahun yang merupakan sarjana Arsitektur itu mengungkap bahwa motif yang geometrikal dan struktur yang kuat mengingatkan dirinya dengan bagunan arsitektur yang menyatukan keindahan dalam sebuah struktrur.

Rinaldy A. Yunardi

Nama Rinaldy A. Yunardi memang sudah tak asing dikalangan para pecinta fashion di Indonesia. Pasalnya, pria asal Medan, Sumatra Utara itu telah memulai kariernya sebagai seorang desainer aksesoris sejak 1996 silam. Beberapa karyanya juga telah digunakan oleh banyak selebritas ternama di Indonesia. Ternyata, karya aksesori yang unik milik pria asal Medan tersebut juga berhasil menarik perhatian dunia, sebut saja Paris Hilton, Mariah Carey dan Nicky Minaj pernah menggunakan aksesoris yang dirancangnya.

Selain itu, karya sepatu milik Rinaldy diketahui pernah digunakan oleh Katy Perry dalam video klipnya yang bertajuk, Chained to the Rhytm. Tak sampai disitu, penyanyi asal Amerika lainnya, Taylor Swift juga pernag menggunakan sarung tangan rancangannya dalam video klipnya bertajuk, Ready for It. Dan, belum lama ini karya milik pria 47 tahun itu telah terpilih untuk mempromosikan film Hollywood, The Great Showman.

Peggy Hartanto

Dunia fashion nampaknya sudah memikat hati seorang Peggy Hartanto. Buktinya, usai lulus dari bangku SMA wanita asal Surabaya itu, rela terbang ke Australia untuk melanjutkan sekolah di bidang fashion desain. Dirinya mengaku sengaja memilih benua Kangguru itu untuk mengasah ilmu sebagai perancang busana lantaran lokasi yang cukup dekat dengan Indonesia. Selain itu, budaya yang ada di Australia juga menurut Peggy sangat beragam. Maklum, di negara ini memang banyak sekali pendatang dari berbagai negara.

Perjuangannya sejak masih di usia muda itu pun nampaknya tak sia-sia. Pasalnya, rancangan milik Peggy berhasil menarik perhatian para selebritas dunia. Sebut saja, aktris Anne Heche, Judy Reyes, dan pembawa acara terkenal, Giuliana Rancic sudah pernah menggunakan busana rancangannya dalam berbagai kesempatan.

Dian Pelangi

Jika dibandingkan dengan desainer Indonesia yang sudah berhasil mendunia, nama Dian Pelangi memang terbilang cukup baru. Wanita 27 tahun ini memang baru memulai kariernya sebagai seorang perancang busana pada 2009 dengan mendirikan sebuah butik yang sama dengan namanya, Dian Pelangi Butik.

Walaupun masih terbilang baru, perancang busana yang fokus terhadap pakaian muslimah ini sudah berhasil menorehkan prestasi di kancah dunia. Bersama dengan dua desainer jebolan London College of Fashion, Odette Steele dan Nelly Rose Stewart, wanita asal Palembang itu tampil menjadi salah satu desainer Indonesia di London Fashion Week 2016. Tak sampai disitu, belum lama ini Dian Pelangi juga diketahui sempat memamerkan karyanya dalam pagelaran Paris Fashion Week.

Jarang Tampil di Publik, 3 Artis Ini Ternyata Sukses Bangun Bisnis Online

Tren bisnis online yang belakangan ini sangat baik ternyata menarik perhatian para artis di Indonesia. Bahkan, tak sedikit para pekerja seni itu rela untuk mengurangi kegiatan keartisannya di layar kaca. Siapa saja sih artis yang sudah sukses membangun bisnis secara online? Berikut ulasannya.

3-artis-ini-ternyata-sukses-bangun-bisnis-online

Alice Norin

Sejak dikaruniai seorang putri dari pernikahan keduanya dengan Alvin Yudhapatria pada Juli 2011 lalu, Alice Norin memang sudah jarang tampil di televisi. Ternyata, selain sibuk mengurus anak wanita yang selalu berperan sebagai tokoh antagonis ini juga tengah mengembangkan bisnis online yang diberinama 8wood.

Untuk pemasaran bisnis yang bergerak di bidang fashion wanita modern itu, Alice Norin tak berdiri sendiri. Wanita 31 tahun ini mengajak sejumlah brand lokal untuk bergabung di dalam ecommercenya itu. Tak hanya itu, untuk pemasarannya Alice memanfaatkan media sosial, seperti Instagram.

Dewi Rezer

Selebritas lainnya yang juga menjajal bisnis online adalah Dewi Rezer. Uniknya, wanita keturunan Perancis itu memilih untuk menjual tas branded bekas milik rekan selebritasnya lewat sebuah ecommerce bernama bebelian.com. Hal ini sengaja dilakukan lantaran ia dan rekannya Khairiyyah Sari terinspirasi dari selebritas kelas dunia yang juga memiliki bisnis serupa.

Hingga kini, situs belanja bebelian.com masih terus berjalan dan selalu berkembang. Selain itu, pilihan tas branded milik para selebritas Tanah Air pun semakin beragam.

Fitri Tropica

Sejak menikah pada 14 September 2014 dengan Irvan Hanafi, Fitri Tropica memang sudah jarang terlihat di televisi. Wanita asal Bandung itu mengaku memang sengaja mengurangi kegiatan di dunia hiburan lantaran sibuk mengurus bisnis onlinenya. Ya, artis yang terkenal lewat kebanyolannya itu memang sudah hampir empat tahun membuka toko online yang diberinama, Etalage.

Berbeda dengan kebanyakan selebritas yang memilih bidang fashion atau tas branded, Fitri Tropica justru menjual barang-barang unik yang biasa ia temui ketika tengah berjalan-jalan ke luar negeri. Di awal perintisan bisnisnya hingga saat ini Fitri Tropica mengaku selalu mengandalkan media sosial untuk pemasarannya.

Kamis, 15 Februari 2018

4 Kedai Kopi Lokal Asik Buat Nongkrong di Kawasan Kuliner Jalan Sabang, Jakarta Pusat

Kopi merupakan salah satu minuman favorit bagi orang Indonesia. Maklum saja, Indonesia memang menjadi salah satu produsen kopi terbesar di dunia, sehingga tak heran jika banyak warung kopi bertebaran diberbagai tempat. Sehingga, kebiasaan “nongkrong” di warung kopi seolah juga menjadi budaya yang sudah turun temurun.

Bahkan, terkadang warung kopi di beberapa daerah dijadikan tempat untuk bermusyawarah atau sekadar nonton bareng pertandingan sepak bola. Kini, seiring perkembangan zaman, warung kopi pun mulai naik kelas, khususnya di ibukota. Jika dulu warung kopi hanya dihampiri oleh kalangan menengah ke bawah, tak demikian dengan di Jakarta. Di daerah Jakarta Pusat misalnya, terdapat satu daerah yang didonimanisi dengan warung kopi.
 4-kedai-kopi-lokal-asik-buat-nongkrong
Tepatnya di Jalan Agus Salim atau biasa disebut kawasan kuliner Jalan Sabang. Di kawasan yang sering didatangi para turis itu, memiliki beragam jenis warung kopi. Menariknya, semua kedai kopi yang dijumpai di kawasan ini asli dimiliki oleh orang Indonesia. Jadi, untuk untuk para pecinta kopi, lokal khususnya wajib mendatangi kawasan ini dan mencoba sensasi baru menikmati minuman berwarna hitam itu.

Selain tempat yang nyaman, kedai kopi di kawasan ini juga menyediakan makanan dan minuman yang sangat enak. Tak sampai disitu, untuk “nongkrong” di kedai-kedai kopi tersebut juga tak perlu merogoh kocek yang sangat dalam. Lalu, mana saja kedai kopi yang wajib di datangi oleh para pelancong dan juga pecinta kopi? Berikut ulasannya:

Kedai Kopi Oey

Kedai Kopi Oey didirikan oleh Bondan Winarno di Jl. Haji Agus Salim 18 Jakarta Pusat pada tahun 2009 silam denga Kopitiam Oey. Kopitiam berasal dari kata kafe tien dalam dialek Hokkien yang berarti "warung kopi". Namun, nama tersebut kemudian diganti lantaran sudah digunakan ileh salah satu perusahaan dalam negeri dan mendapatkan pengesahan dari Kementrian Hukum dan HAM RI. Dengan alasan pertimbangan hukum serta kemungkinan somasi dari pemilik hak paten akhirnya nama tersebut diganti menjadi "Kopi Oey".

Sesuai dengan namanya, Kopi Oey, kopi merupakan salah satu menu andalan yang ditawarkan kepada para pengunjung. Tak hanya satu jenis, kedai ini menawarkan hampir semua jenis kopi yang ada di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Toraja. Tak hanya itu, kedai kopi yang sudah tersebar hampir di seluruh Indonesia ini juga memiliki beberapa menu andalah di setiap cabangnya. Namun, untuk di Jalan Sabang menu andalan Kopi Oey adalah Nasi Rames, Lontong Cap Gomeh, Gado-Gado Bonbin, BEDJO (Bebek Ketemoe Jodoh) dan Sop Ikan Sabang.

Selain makanan dan minuman yang enak, suasana dari kedai kopi ini juga sangat asyik untuk berkumpul dengan rekan kerja atau sahabat. Sesuai dengan namanya, kesan hokkien tempo dulu sangat kental di kedai ini. Mulai dari interior hingga alat makan yang digunakan pun sesuai dengan konsepnya. Harga untuk menikmati makanan disini juga cukup terjangkau mulai dari rp.20ribu-an untuk makanan dan minuman.

Dre’s Kopitiam

Dre’s kopitiam yang beralamat di Jl. H. Agus Salim No.23 didirikan atas kecintaan pemiliknya terhadap kopi lokal. Mulai dari biji kopi, pembuatan dan cara meminumnya. Salah satu ciri khas dari kedai kopi ini adalah adalah cara penyajian kopi tubruknya yang dibuat dan dinikmati  dengan cara tradisonal, yaitu diseruput dari piring tatakannya yang kenikmatannya diatas menenggak espresso.

Tak hanya itu, Dre’s Kopitiam juga menyajikan makanan tradisional, seperti Urap, Nasi Ulam dan Ketan Susu yang saat ini sudah mulai sulit dicari orang. Sementara untuk konsep kedainya, Dre’s Kopitiam memberikan suasan “homey” atau rumahan. Seperti yang terlihat dalam alat makan yang disajikan dan juga interior yang ada di  café tersebut.

Untuk harga, Dre’s Kopitiam tentu saja membanderol dengan terjangkau. Untuk makanan disini mulai dari rp.12ribu-an hingga rp.30rb-an untuk makanan dan minuman. Pelayanan di Dre’s Kopitiam juga cukup ramah dan sangat membantu.

Sabang 16 Kopi dan Roti Sari Kaya

Bagi para pecinta kopi dan roti sarikaya di Jakarta, pasti sudah tak asing dengan nama Sabang 16 yang berada di Jalan Agus Salim No.16 merupakan kafe milik Timothy Marbun-news anchor Kompas TV- ini memang cukup popular di banyak kalangan. Pasalnya, kedai ini menawarkan panganan yang cukup unik untuk sebuah warung kopi yang dapat dikatakan kelas atas itu.

Ide membuat kedai ini berawal setelah Tim-biasa Timothy Marbun disapa- berjalan bersama Dompis, dan Rosliwati Marbun (ibunda Tim) pulang dari Sumatra Utara. Tim yang kesulitan mencari jajanan khas kampung halamannya, Roti Sarikaya dan Kopi Hitam khas daerah setempat akhirnya memutuskan untuk membuka kedai Sabang 16 untuk mengobati rasa rindunya.

Kedai Sabang 16 yang berada di jalan Sabang memang terbilang cukup kecil, tetapi tempat ini sangat asyik untuk berkumpul. Selain memberikan atmosfer yang sangat nyaman, kedai ini juga memiliki satu tempat khusus untuk para perokok. Selain itu, harga yang dibanderol untuk secangkir kopi dan Roti Sarikaya juga cukup murah. Untuk satu gelas Kopi dibanderol mulai dari rp.20ribu dan untuk makanan dibanderol mulai dari rp.12ribu. Harga yang cukup terjangkau untuk sebuah warung kopi yang sangat nyaman.

Saudagar Kopi

Warung kopi berikutnya yang wajib didatangi adalah Saudagar Kopi yang berada di Jalan Haji Agus Salim No.26F. Kedai yang masih berada di kawasan kuliner Jalan Sabang ini memang cukup unik. Para pembeli yang datang akan langsung melihat barista yang sedang meracik biji kopi di depan pintu masuk, layaknya kedai kopi yang berasal dari luar negeri. Tak sampai disitu, kedai Saudagar Kopi juga cukup nyaman, terdiri dari dua area smoking yang berada dibagian dalam dan non smoking yang berada di luar kedai.

Selain memiliki tempat yang sangat nyaman dan tenang, Saudagar Kopi juga menyediakan cukup banyak jenis kopi mulai dari lokal hingga internasional. Namun, untuk yang bukan pecinta kopi bukan berarti tak bisa menghabiskan waktu disini, Saudagar Kopi juga menyediakan berbagai pilihan minuman non coffee, seperti green tea latte, coklat dan berbagai jenis teh.

Hampir sama dengan kebanyakan kedai kopi, Saudagar Kopi juga memiliki banyak menu makanan berat dan cemilan yang sangat enak. Salah satu yang menjadi andalannya adalah Pisang Tempura dan Apple Tart untuk cemilan. Sementara untuk makanan berat, Saudagar Kopi merekomendasikan Soto Betawi dan Ayam Saudagar untuk dicoba.

Untuk menghabiskan waktu bersama kerabat di Saudagar Kopi, Anda tak perlu khawatir, karena harga yang dibanderol cukup terjangkau, yaitu mulai rp.7ribu untuk minuman, rp.18ribu untuk cemilan dan rp.25 ribu untuk satu porsi makanan. Selain itu, Saudagar Kopi juga memberikan layanan gratis WiFi untuk para pengunjung.