Selamat Hari Dokter Nasional Indonesia 24 Oktober

Setiap tanggal 24 Oktober ditetapkan sebagai peringatan Hari Dokter Nasional. Jangan sampai lewatkan momentum ini untuk merayakan hari dokter di Indonesia

Sobat GnD, apakah sudah tau bahwa hari dokter nasional tanggal berapa? Pada artikel sebelumnya GnD telah membahas tentang hari osteoporosis sedunia. Sekarang, tanggal 24 Oktober ditetapkan sebagai peringatan Hari Dokter Nasional. Di negara kita sebagian besar orang beranggapan gelar dokter sudah pasti menjadi dambaan setiap umat dan tentunya prestise yang tinggi ya. Namun memang realitanya demikian, profesi dokter merupakan profesi yang mulia, bahkan kehebatan profesi dokter ini pun seolah menancap dibenak kita. Saat masih kanak-kanak yang mendambakan cita-cita menjadi seorang dokter, bukankah begitu sobat?

Selamat Hari Dokter Nasional Indonesia 24 Oktober

Pada tanggal 15 oktober kemarin juga ada hari hak asasi hewan sedunia. Demi meraih gelar dokter tersebut butuh perjuangan ekstra keras, baik dari segi kemampuan intelektual ataupun finansial. Sebab sudah menjadi rahasia umum bahwa untuk dapat menyelesaikan pendidikan dokter butuh biaya yang tidak sedikit. Apalagi bila seseorang mendaftar pendidikan dokter di Universitas ternama bukan hanya segi finansial saja yang wajib disiapkan namun persenjataan sebelum mengikuti tiap tahap tesnya pun perlu dipersiapkan dengan matang agar lolos seleksi.

Selamat Hari Dokter Nasional Indonesia 24 Oktober


Selamat Hari Dokter Nasional 24 Oktober

Bagaimana Asal Usul Hari Dokter Nasional?

Berbicara soal sejarah hari dokter nasional Indonesia, tidak terlepas dari sebuah organisasi bernama Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Organisasi IDI resmi terbentuk pada tahun 1950. Sebenarnya organisasi Ikatan Dokter Indonesia telah lebih dulu lahir jauh sebelum diresmikan, yaitu pada tahun 1911. Dahulu perkumpulan dokter nusantara diberi nama Vereniging van Indische Artsen yang menggunakan bahasa Belanda. Selama kurang lebih lima belas tahun berkiprah sebagai tenaga medis, di tahun 1926, organisasi ini mengalami perubahan nama menjadi Vereniging Van Indonesische Genesjkundigen (VGI).

Secara historis, pada tahun 1940 VIG mengadakan sebuah kongres di Solo. Prof. Bahder Djohan, diberi tugas oleh Kongres untuk membina dan memikirkan istilah baru dalam dunia kedokteran. Selama tiga tahun berselang, tibalah peralihan kekuasaan dari penjajahan Belanda beralih pada pemerintah Jepang. Hingga pada akhirnya VIG dibubarkan dan diganti nama menjadi Jawa izi Hooko-Kai. Kemudian pada 30 Juli 1950, atas usul Dr. Seni Sastromidjojo, Persatuan Thabib Indonesia (PB Pertabhin) dan Perkumpulan Dokter Indonesia (DP-PDI) mengadakan satu pertemuan yang menghasilkan “Muktamar Dokter Warganegara Indonesia yaitu PMDWNI”, yang diketuai Dr. Bahder Djohan. Puncak Muktamar I Ikatan Dokter Indonesia (MIDI) digelar di Deca Park pada tanggal 22-25 September 1950, yang kemudian diresmikan pada bulan Oktober. Dalam muktamar IDI itu, Dr. Sarwono Prawirohardjo terpilih menjadi Ketua Umum IDI pertama.

Profesi Dokter Sebagai Bagian Sejarah Perjuangan Bangsa?

FYI ya sobat, sejarah perjalanan dokter sangatlah panjang, begitupun juga ketika berbicara tentang sumbangsih dokter di Indonesia. Jauh sebelum organisasi IDI terbentuk, dokter-dokter di tanah air sudah mencatatkan dirinya sebagai salah satu pejuang kemanusiaan. Nama-nama besar seperti dr. Sutomo, Wahidin Sudirohusodo, Tjipto Mangoenkoesomo, dan nama-nama dokter lainnya tercatat dalam sejarah tak hanya memerangi penyakit namun juga memerangi penjajahan di Indonesia oleh kolonialisme, That’s amazing, right?

Berkaca pada zaman perjuangan kemerdekaan, momentum profesi dokter di Indonesia pertama kali lahir lewat keputusan Gubernemen Nomor 22 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Kedokteran di Indonesia (Nederlandsch Indie) pada tanggal 2 Januari 1849. Didirikannya sekolah pendidikan dokter di Indonesia tidak lain karena Pemerintah Hindia Belanda saat itu tidak mampu melawan wabah malaria. Sebanyak dua belas orang siswa diluluskan dan diberi gelar “Dokter Djawa” setelah menempuh pendidikan selama dua tahun. Meski diberi gelar dokter, lulusan-lulusan dokter hanya dipekerjakan sebagai “mantri cacar”.

Melalui perjalanan panjang, barulah pada tahun 1898, sekolah pendidikan dokter dengan nama  STOVIA didirikan. Dari sekolah inilah mulai terlahir dokter-dokter pejuang kemerdekaan. Salah satunya adalah dr. Sutomo, Gunawan Mangunkusumo, Cipto Mangunkusumo dan R.T Ario Tirtokusumo bersama-sama mendirikan sebuah organisasi bernama Boedi Oetomo.

Para pendiri Boedi Oetomo merasa bahwa untuk bisa lebih maju, maka bidang yang harus menjadi perhatian utama adalah pendidikan dan pengajaran. Organisasi ini punya motif sebagai sebuah organisasi modern yaitu punya pemimpin, ideologi dan anggota yang jelas. Motif itu diikuti oleh banyak organisasi lain yang membawa pengaruh kepada perubahan sosial politik.

Deretan nama dokter lainnya yang berkiprah dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia adalah dr. Cipto Mangunkusumo, Douwes Dekker, dan Suwardi Suryaningrat. Tiga tokoh intelektuak ini merupakan pendiri sebuah organisasi bernama Indische Partij. Pendirian partai ini bertujuan untuk mempersiapkan kehidupan bangsa Indonesia yang merdeka. Mengusung semboyan Hindia for Hindia, yang berarti Indonesia hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang menetap dan bertempat tinggal di Indonesia tanpa terkecuali dan tanpa memandang apapun jenis bangsanya. Hindia merupakan sebutan Indonesia pada masa pergerakan nasional.

Bagaimana Tantangan terhadap Dokter Masa Kini?

Selamat Hari Dokter Nasional Indonesia 24 Oktober

Di era modern seperti saat ini, Masa depan dunia kedokteran akan mengalami tantangan yang sangat berat. Dari dalam negeri, tantangan itu berupa pemenuhan kecukupan jumlah dokter yang ideal baik antara pusat dan daerah serta disesuaikan dengan jumlah penduduk. Namun pada satu sisi tantangan untuk memperebutkan posisi pekerjaan di bidang medis ini juga semakin keras, seiring dengan perkembangan profesi lain dan keterbatasan anggaran pemerintah. Dari luar negeri tantangan berupa ancaman dokter asing yang secara sistematis dalam aturan global akan ikut menjamah pasar jasa kesehatan di dalam negeri.

Pemerintah harus mengubah image bahwa profesi sebagai dokter umum seakan tidak bisa menjamin kehidupan yang layak. Sehingga saat ini para dokter beramai-ramai menjadi dokter spesialis. Padahal, dokter umum masih sangat dibutuhkan, terutama di daerah-daerah yang terpencil. Bayangkan saja, dilansir dari salah satu artikel kesehatan menyebutkan bahwa masih terdapat 60% Puskesmas di Indonesia yang hanya diisi oleh seorang dokter, serta 5% Puskesmas di Indonesia yang belum ada dokternya. Sementara dokter umum dan dokter spesialis sudah menumpuk dan overload di kota-kota besar, sehingga posisi mereka semakin sulit dalam memperebutkan posisi dalam berkarier. Sehingga tantangan kedepan pemerintah adalah memenuhi rasio jumlah dokter dengan penduduknya, serta meningkatkan mutu dan sebaran pemerataannya.

Pada penyebaran dokter ini, Indonesia juga mengalami tantangan tersendiri. Selain keengganan dokter untuk mengabdi secara tetap di daerah-daerah pelosok atau pinggiran, juga Indonesia merupakan negara yang terdiri dari banyak kepulauan. Sehingga anggaran pemerintah banyak tersedot untuk pemerataan pelayanan kesehatan. Maka dari itu, kedepan pemerintah punya sasaran, antara lain berkomitmen kuat terhadap pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan antara pusat dan daerah. Kemudian menyediakan sistem pengembangan SDM Kesehatan bagi pelayanan konvensional dan non-konvensional yang terintegrasi.

Selanjutnya meningkatkan sistem penghargaan dan sanksi serta pembinaan karier, tersedianya payung hukum yang melindungi, dan meningkatkan perencanaan pengembangan baik di pusat dan di daerah. Dengan begitu pemerataan layanan kesehatan dapat dirasakan oleh masyarakat di seluruh penjuru negeri. Bukan hanya masyarakat perkotaan saja yang dapat menikmati fasilitas kesehatan yang berkualitas.

Cukup sekian ulasan dari Gadis dan Wanita mengenai Selamat Hari Dokter Indonesia tanggal 24 Oktober. Semoga bermanfaat dan Selamat Hari Dokter Nasional, terimakasih atas jasa mulia Para Dokter Indonesia !

COMMENTS

Name

Berita,4,Bussines,3,fashion,2,health,11,Inspirasi,12,lifestyle,12,
ltr
item
Gadis dan Wanita: Selamat Hari Dokter Nasional Indonesia 24 Oktober
Selamat Hari Dokter Nasional Indonesia 24 Oktober
Setiap tanggal 24 Oktober ditetapkan sebagai peringatan Hari Dokter Nasional. Jangan sampai lewatkan momentum ini untuk merayakan hari dokter di Indonesia
https://www.covesia.com/assets/foto/berita/241017045748_hari-dokter-nasional-terimakasih.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-7xokfi-Urk8/W8_zzjykb3I/AAAAAAAAApY/D80BVFZrOeIfsFuuGXDfEzj8R9vz62FgwCLcBGAs/s72-c/dokter.jpg
Gadis dan Wanita
https://www.gadisdanwanita.com/2018/10/selamat-hari-dokter-nasional-indonesia-24-oktober.html
https://www.gadisdanwanita.com/
https://www.gadisdanwanita.com/
https://www.gadisdanwanita.com/2018/10/selamat-hari-dokter-nasional-indonesia-24-oktober.html
true
8043051713030035943
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy