Permainan Tradisonal, Puncak Kebudayaan yang Wajib Dilestarikan!

Indonesia kaya akan tradisi budayanya, termasuk berbagai permainan tradisional yang menjadi hiburan utama pada masa lalu. Rasanya sangat di...

Indonesia kaya akan tradisi budayanya, termasuk berbagai permainan tradisional yang menjadi hiburan utama pada masa lalu. Rasanya sangat disayangkan ketika ragam permainan tradisonal mulai pudar tergerus zaman, padahal permainan tradisonal banyak mengusung nilai-nilai luhur bangsa kita, seperti kebersamaan, kerukunan, kerjasama dan masih banyak lagi. Permainan tradisonal yang cenderung dimainkan secara berkelompok pun membuat anak-anak lebih sering berinteraksi antar teman sebaya, sehingga dengan interaksi tersebut mampu membangun kreativitas dan memperlancar komunikasi anak menjadi semakin baik. Tentu sebat GnD tidak rela kan jika permainan tradisonal hilang begitu saja dan tergantikan oleh permainan dari gawai yang sedang hits digunakan oleh anak-anak masa sekarang?Sebelum berbicara lebih jauh tentang permainan tradisional kita perlu terlebih tau memahamai apa sih permainan tradisonal itu?



Permainan berasal dari kata dasar “main” yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti melakukan kegiatan untuk bersennag-senang baik menggunakan media alat-alat atau tidak menggunakan alat sekalipun. Sedangkan istilah tradisional berasal dari kata tradisi yang berarti suatu adat kebiasaan turun temurun dan masih dijalankan oleh masyarakat. Sehingga permainana tradisonal dapat diartikan sebagai sesuatu yang dilakukan dengan berpegangan pada norma atau adat kebiasaan yang telah ada secara turun-temurun yang dapat memberikan rasa senang bagi pelaku permainan.
Luar biasanya lagi nih, menurut penelitian yang dilakukan oleh Mohamad Zaini Alif, Indonesia memiliki dua ribu enam ratus permainan tradisional termasuk yang sering dimainkan saat momen perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Permainan tradisonal tersebut pada hakikatnya terbentuk sebagai hasil kebudayaan dari masyarakat setempat. Merujuk teori Johan Huizinga sebagai sejarawan Belanda dalam buku yang berjudul Homo Ludens (1938) menyebutkan permainan tradisional merupakan puncak dari segala hasil kebudayaan. Jika di era sekarang permainan tradisional hanya soal kalah ataau menang dan mengisi waktu luang, namun berbeda pada masa lalu, permainan tradisonal lebih pada pengabdian untuk negeri serta cara dalam berkerja. Nah salah satu permainan tradisonal yang banyak dimainkan adalah congklak.

Permainan Congklak


Congklak merupakan suatu permainan tradisional yang memiliki banyak sebuatan nama di seluruh Indonesia. Misalnya di Pulau Jawa, permainan congklak disebut pula dengan dakon. Beberapa daerah di Sumatera yang berkebudayaan Melayu, permainan ini disebut dengan nama congkak. Meskipun pada dasarnya cara bermainnya sama. Dibalik kesederhanaan permainan tradisional yang satu ini menyimpan banyak sekali manfaat lho terutama bagi tumbuh kembang anak. Salah satunya adalah mengasah otak anak sehingga membantu meningkatkan kecerdasan anak. Mengapa bisa begitu? Dalam permainan congklak dibutuhkan ketelitian, kejujuran, kecepatan dan belajar berhitung.Congklak dapat melatih kecerdasan otak kiri karena setiap pemain harus mengumpulkan biji lebih banyak daripada lawannya. Dari hal tersebut, maka anak akan mencoba berpikir untuk menemukan strategi yang pas dalam merebut biji agar masuk ke dalam lumbung mereka. Tanpa disadari ketangkasan anak dalam bermain congklak dapat meningkatkan kecerdasan anak. Namun permainana tradisonal ini lebih digemari oleh anak-anak wanita sedangkan bagi anak laki-laki permainan congklak dianggap kurang menarik. Lalu bagaimana sejarah permainan congklak ya?

Congklak diyakini berasal dari negeri Arab atau Afrika namun permainan ini juga identik sebagai permainan tradisional Jawa. Cara bermainnya pun terbilang sangat mudah, dimana permainan ini dilakukan oleh dua orang pemain. Dalam permainan pemain menggunakan papan yang dinamakan papan congklak. Dan yang tidak kalah penting adalah 98 (sembilan puluh delapan) buah biji yang dinamakan biji congklak atau buah congklak. Pada umumnya papan congklak terbuat dari kayu dan plastik, sedangkan bijinya terbuat dari cangkang kerang, batu-batuan, biji-bijian dan plastik. Papan congklak memiliki 16 (enam belas) buah lubang yang terdiri atas 14 (empat belas) lubang kecil yang saling berhadapan dan 2 (dua) lubang besar di kedua sisinya. Ke-tujuh lubang kecil di sisi pemain dan lubang besar di sisi kananya dianggap sebagai milik sang pemain.

Pada awal permainan setiap lubang kecil tersebut diisi dengan tujuh buah biji. Kedua orang pemain duduk berhadapan, salah seorang yang memulai dapat memilih lubang yang akan diambil dan meletakkan satu ke lubang di sebelah kanannya dan seterusnya berlawanan arah jarum jam. Jika biji habis di lubang kecil yang berisi biji lainnya, ia dapat mengambil biji-biji tersebut dan melanjutkan mengisi. Jika habis di lubang besar miliknya maka ia dapat melanjutkan dengan memilih lubang kecil di sisinya. Jika habis di lubang kecil di sisinya maka ia berhenti dan mengambil seluruh biji di sisi yang berhadapan. Tetapi bila berhenti di lubang kosong di sisi lawan maka ia berhenti dan tidak mendapatkan apa-apa.

Permainan dianggap selesai jika sudah tidak ada biji lagi yang dapat diambil dalam arti seluruh biji ada di lubang besar kedua pemain. Pemenangnya adalah yang mendapatkan biji terbanyak dilumbung yang mereka miliki.


Nah, itu tadi sobat sedikit referensi tentang permainan tradisional dari Gadis dan Wanita, puncak kebudayaan yang wajib dilestarikan. Semoga perkembangan zaman yang makin modern tidak lantas menggerus permainan tradisional yang telah ada ya, misalnya permainan congklak. Namun permainan congklak hanya satu dari beberapa ragam permainan tradisonal Indonesia lho.

COMMENTS

Name

Berita,4,Bussines,3,fashion,2,health,11,Inspirasi,18,lifestyle,15,
ltr
item
Gadis dan Wanita: Permainan Tradisonal, Puncak Kebudayaan yang Wajib Dilestarikan!
Permainan Tradisonal, Puncak Kebudayaan yang Wajib Dilestarikan!
https://1.bp.blogspot.com/-DR_CbwOf6Ro/XCSPYdkG0EI/AAAAAAAAAtk/nYahhz0llNkr7UQbT81b5-TETjO-Bz82gCLcBGAs/s640/permainan%2Btradisional.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-DR_CbwOf6Ro/XCSPYdkG0EI/AAAAAAAAAtk/nYahhz0llNkr7UQbT81b5-TETjO-Bz82gCLcBGAs/s72-c/permainan%2Btradisional.jpg
Gadis dan Wanita
https://www.gadisdanwanita.com/2018/12/permainan-tradisonal-puncak-kebudayaan.html
https://www.gadisdanwanita.com/
https://www.gadisdanwanita.com/
https://www.gadisdanwanita.com/2018/12/permainan-tradisonal-puncak-kebudayaan.html
true
8043051713030035943
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy